RSS

Notulen SEREAL “Sharing Bareng Alumni”

23 Jan

SEREAL “Sharing Bareng Alumni”

Minggu, 23 Jan 2011, pukul 08.15 di Gedung G STAN

Oke kawan, kali ini kita akan berbicara tentang KTTA sebagaimana yang sudah kita bahas bareng alumni dalam acara SEREAL “Sharing Bareng Alumni” kemarin di gedung G.

Kata Alumni, membuat KTTA itu tidak susah sebenarnya hanya kita belum pernah membuatnya selama ini. Membuat KTTA itu bagaikan mengarang tapi dalam hal ini kita harus ilmiah, yaitu harus ada landasan teori, data, dan aturan- aturan dalam pembuatan karya tulis yang harus kita patuhi.

Waktu yang diberikan untuk membuat KTTA juga cukup lama sebenarnya cuma seperti biasanya, kebanyakan serius mengerjakan KTTA pada saat udah kepepet sama deadline. Dua atau tiga pecan dari deadline baru serius mengerjakan. Hal itulah yang juga membuat pengerjaan KTTA serasa sulit.

 

Dalam KTTA ini kita harus mendapatkan nilai rata-rata minimal B dan dari tiap dosen minimal C karena akan ada dua orang dosen yang memberikan penilaian yaitu Dosen Pembimbing sebagai Dosen Penilai I dan dosen lain yang ditunjuk sebagaiu Dosen Penialai II.

Untuk penyusunan KTTA bisa melihat prosedur teknisnya di buku putih (yang berjudul “Himpunan Peraturan Mahasiswa dan Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Sekolah Tinggi Akuntansi Negara”)

Kemudian untuk membuatnya kita menentukan Tema dengan cara:

  1. Tentukan mata kuliah yang disukai, kata mas Radius. Kalo kata mas Fandi, tentukan mata kuliah yang dikuasai. Tentukan mata kuliah itu dengan beberapa alternative.
  2. Tentukan bahasan pada satu bab, misalnya Sistem Akuntansi Pembelian untuk mata kuliah SIA
  3. Cari data-data yang berkaitan dengan tema itu dan kalau sudah pasti bisa didapat maka selanjunya tentukanlah judul.
  4. Cari skripsi atau karya tulis seperti bahasan yang akan kita buat. Baca dan pelajari serta kumpulkan buku- buku referensi yang ada pada Daftar Pustaka dalam karya tulis tersebut.

Cari saja data yang mudah didapat. Saat penyusunan KTTA, berkomunikasilah dengan dosen pembimbing secara baik demi kelancaran pemnbuaatn KTTA. Jika ada perbedaan pandangan dengan dosen pembimbing komunikasikan pandangan kita dan dengarkan pandangan dosen pembimbing. Bukan bermaksud menjilat tetapi karena kita sedang mencari menimba ilmu dari orang yang lebih senior dan lebih banyak ilmunya.

Niatkan dan munculkan motivasi dalam diri untuk membuat KTTA sebaiuk mungkin demi kepuasan kita terhadap karya tulis yang dibuat dan yakinlah kalau KTTA akan dibaca minimal oleh dosen pembimbing, dosen penilai, dan adik kelas.

Data untuk KTTA bisa berupa data primer dan data sekunder.

Data primer bisa diperoleh dengan datang ke kantor yang bersangkutan dan kelebihannya adalah kebenaran data ini bisa dijamin.

Data sekunder bisa diperoleh dari internet. Kelebihan data sekunder adalah tidak memerlukan surat survey yang lama keluarnya tetapi punya kelemahan dalam hal keaslian data.

Untuk KTTA ini bisa kita pilih kasus yang hangat semisal LKPP yang dibahas dengan Cash Toward Accrual atau masalah Surat Utang Negara. Cari juga di perpustakaan tentang KTTA tahun lalu tapi ingat jangan sampai plagiat karena bisa menyebabkan KTTA dicoret dan harus mengulang tahun depan. Plagiat yang ekstrem adalah dengan copy paste. Landasan teori yang akan digunakan sudah pasti menganbil dari sebuah buku maka agar tidak dikatakan plagiat kita menyertakan sumbernya dalam bentuk kutipan (bisa lihat petunjuk mengutip di buku putih). Kelalaian menulis sumber kutipan baik saduran maupun langsung baik sengaja atau tidak, itu termasuk plagiat.

Dalam penyusunan KTTA pasti akan menemui kendala. Kendala itu bisa di surat survey yang keluarnya lama. Kalau dulu surat survey ditandatangani oleh Eselon 3 tapi sekarang oleh Direktur STAN. Satu data bisa juga untuk dua mahasiswa dengan objek yang sama tetapi judulnya berbeda. Kendala lain mungkin kalau dapat dosen yang banayak member masukan yang barangkali membuat tidak nyaman dalam proses penyusunan KTTA. Jika demikian banyak- banyak berdoa saja agar diberi kemudahan oleh-Nya dan mungkin saja masalah itu adalh cara komunikasi kita yang kurang baik. Kalau kita ingin meminta pergantian Dosen Pembimbing pikirkan juga perasaan beliau.

KTTA entah pengaruh pada penempatan atau tidak karena penempatan sekarang diurus oleh Biro SDM Kementerian Keuangan.

Factor penilaian: (ada 5, ada di buku pedoman)

1.        Teknik penulisan (cek benar-benar sebelum diajukan)

2.       Kemampuan pengamatan tentang objek dan data yang akan diambil.

3.       Kemampuan analisis. Identifikasi data, fakta dan teori. Buat alternative pemecahan.

4.       Argumentasi yang logis. Jadikan poin penting sebagai kesimpulan.

5.       Manfaat untuk objek yang diteliti.

Untuk nilai mana yang lebih besar antara pembuatan evaluasi, tinjauan, analisis adalah yang penting maksimal saja ketika membuat KTTA

Tinjauan adalah pemeriksaan yang teliti, penyelidikan, pengumpulan data, analisis yang objektif. Misalnya Tinjauan Software XXX terhadap Sistem Akuntansi Pembelian.

Analisis adalah penguraianpokok-pokok atas berbagai bagian untuk mendapat pemahaman tepat antarhubungan bagian-bagian tersebut. Misalnya Analisis atas Laporan Keuangan PT Indosat.

Evaluasi adalah proses memberikan nilai pada objek tertentu.

*Untuk lebih jelas bisa melihat di Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Sebelum membuat KTTA dan mengajukannya ke Dosen Pembimbing maka kita harus menguasai pokok bahasan dan menentukan data-data yang kita perlukan agar dosen tidak males ketika membimbing pembuatan KTTA kita. Komunikasi yang baik dengan Dosen Pembimbing dan Instansi tempat mencari data.

Pada KTTA tahun sebelumnya ada yang menggunakan nama Perusahaan XYZ. Nama perusahaan tersebut sengaja disamarkan tapi sebenarnya memang ada perusahaan itu. kemudian karakteristik perusahaan yang akan diambil datanya adalah perusahaan terbuka (Tbk). Untuk mata pelajaran Cost Accounting (kebetulan pembicaranya tidak ada yang mendapatkan mata kuliah Cost Accounting dalam KTTA) yang penting membahas COGS tidak masalah apakah untuk barang maupun jasa.

Kontinjensi itu yang penting konten dalam analisis masalah.

Untuk mengganti mata kuliah, lebih baik dikomunikasikan lebih dahulu dengan secretariat karena juga berpengaruh dengan Dosen Pembimbing. Lebih enak ganti judul karena dalam satu mata kuliah masih banyak bab yang bisa dibahas dan dijadikan judul.

Yang terakhir dari mas Fandi: KTTA penuh perjuangan, akan banyak kesan dan cerita. Kedatangan di SEREAL adalah suatu langkah yang baik.

 

Semangat!! Luar Biasa!! KTTA Sukses!!

 
1 Comment

Posted by on January 23, 2011 in Uncategorized

 

One response to “Notulen SEREAL “Sharing Bareng Alumni”

  1. wafa

    January 27, 2011 at 2:10 pm

    tetap semangat walaupun dapet matkul apapun dan dosbing serta dosnil siapapun
    yakinlah Allah kan memberi kemudahan kawan😀

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: